Menko Airlangga Tegaskan Tak Ada Alasan Program Peremajaan Sawit Rakyat Tidak Berjalan

The Fashion Deli, DELHI SERDANG – Menteri Koordinator Perekonomian Airlanga Hartarto meyakinkan pemerintah akan terus mendorong program Peremajaan Kelapa Sawit (PSR) untuk masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk kelapa sawit di Indonesia, khususnya yang dihasilkan oleh petani kelapa sawit skala kecil.

BACA JUGA: OJK Klaim Perbankan Kucurkan Pinjaman Rp 7,3 Triliun ke Produsen Sawit Sumsel

Program PSR bertujuan untuk memperbaiki pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Dalam program PSR, pekebun sawit kecil mendapat subsidi Rp30 juta per hektar pada tahun pertama dengan luas tanam maksimal 4 hektar.

BACA JUGA: Kabar gembira ini disampaikan Menko Erlanga saat peluncuran program bantuan pangan di Jambi

Pada tahun kedua dan selanjutnya, pekebun dapat menggunakan Kredit Usaha Nasional (KUR) dengan batas maksimal Rp500 juta dengan tingkat bunga 6 persen per tahun.

“Secara nasional, kami menawarkan KUR sebesar Rp 280 triliun. “Jadi memang tidak ada alasan untuk tidak menanamnya lagi,” tegas Menko Airlanga dalam keterangan yang diterima, Rabu (31/01).

BACA JUGA: Menko Erlanga: Pelabuhan Patimban bisa menjadi pusat gravitasi Jawa Tengah dan Jawa Barat

Penegasan Menko Erlanga itu disampaikan Jumat (26/1) dalam rapat pembahasan yang digelar di Desa Sialang, Wilayah Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, sekaligus pada saat serah terima bantuan dana PSR.

Menko Erlanga mengungkapkan, sejak diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2017, program PSR telah menjangkau 142.078 petani sawit rakyat pada tahun 2023, dengan dana yang dikucurkan sebesar Rp9,11 triliun dan total luas lahan dari PSR sebesar 6.782 hektar. . .

Pemerintah akan terus mendorong program PSR ini agar masyarakat luas dapat merasakan manfaatnya.

Dalam wawancara tersebut, Menko Airlanga berdialog langsung dengan pekebun sawit rakyat penerima bantuan dana program PSR untuk kemudian mendengarkan aspirasi dan kendala para pekebun.

Menko Airlanga juga mendorong penyaluran KUR dari Bank Sumut ke perkebunan kecil kelapa sawit Koperasi Pemasaran Mitra Thani Mandir.

Pemerintah telah memfasilitasi perolehan dana bagi pekebun (KUR) sebesar sekitar Rp 25 juta per hektar dengan tingkat bunga 6 persen.

“Saya rajin, saya kenal jelas pelanggan saya, barangnya ada. “Saya ingin ini menjadi contoh,” kata Menko Airlanga.

Para pelaku perkebunan sawit di Tanah Air menyambut baik kehadiran Menko Airlanga.

Perwakilan pekebun menyampaikan terima kasih kepada Menteri Koordinator Airlanga yang juga Ketua Dewan Pengurus Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Sebab dengan adanya program PSR ini sangat bermanfaat bagi petani sawit rakyat.

Bantuan program PSR ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pekebun sawit kecil di masa depan dan hasilnya dapat bersaing baik dari segi harga maupun kualitas di pasar lokal maupun global.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlanga menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan dana Program PSR yakni Rp7,38 miliar kepada 116 pekebun dengan luas total 246,32 hektar.

Penerima token bantuan dana program PSR ini berasal dari Kabupaten Batubara dan tergabung dalam 3 koperasi yaitu Koperasi Pemasaran Rukun Bersama, Koperasi Produsen Mandiri Rambai Jaya Mitra Usaha dan Koperasi Semangat Rambai Baru.

Menko Erlang berkesempatan mengikuti pengebirian, atau tepatnya kegiatan atau pekerjaan mencabut bunga pada tanaman yang belum menghasilkan hingga berumur 25 bulan, agar tidak mengganggu pertumbuhan vegetatif tanaman tersebut.

Kegiatan kebiri tersebut dilakukan di perkebunan kelapa sawit milik anggota Koperasi Pemasaran Mitra Usaha Tandir di Kabupaten Delhi Serdang.

Menko Airlanga menginformasikan, aspirasi yang didapat dari wawancara dengan para pekebun sawit kedepannya akan ditindaklanjuti untuk meningkatkan implementasi program PSR.

Ia menegaskan, pemohon yang status tanahnya sudah clean and clear dan memiliki sertifikat HGU berhak mengikuti program PSR.

“Pemerintah sendiri sedang mengkaji kelestarian lahan kehutanan, dimana kita berharap kelestarian ini dapat terwujud.” Targetnya tahun ini selesai agar semakin banyak masyarakat yang dapat menerima fasilitas transplantasi ini”, pungkas Koordinasi. Menteri Airlangga. (tag/jpnn)